Kejadian kedua : Haudh

Haudh adalah telaga tempat berkumpulnya air. Yang dimaksud dengan haudh di sini adalah telaga besar tempat minumnya umat Muhammad  shallallahu’alaihi wasallam, kecuali orang yang menyalahi petunjuknya dan menggantinya (dengan yang lain) sesudah wafat beliau sallallahu’alaihi wasallam, terdapat beberapa hadits mutawatir tentang haudh beserta sifatnya, antara lain :

a. Imam Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dengan sanadnya dari Anas bin Malik bahwasanya Nabi sallallahu’alaihiwasallam bersabda :

Sesungguhnya ukuran haudhku adalah seperti jarak antara Aylah dan San’a dari Yaman. Dan sungguh di dalamnya terdapat ceret-ceret sebanyak bilangan bintang-bintang di langit.(HR.Al Bukhari VIII/149 dan Muslim IV/1800).

b. Imam Al Bukhari dan Muslim meriwayatkan dengan sanadnya Abdul Malik bin Umair, ia berkata, ‘saya mendengar Jundub ra berkata bahwa saya mendengar Nabi sallallahu’alaihiwasallam bersabda :

“Aku mendahului kalain atas haudh”. (HR. Al-Bukhari VIII/151, Muslim IV/1792).

c. Dalam Shahihain dan lainnya dijelaskan bahwa Rasulullah sallallahu’alaihiwasallam bersabda di tengah-tengah sahabatnya :

“Sesungguhnya aku berada di atas haudh, aku menunggu siapa di antara kalian yang datang kepadaku. Demi Allah, sesungguhnya orang-orang pasti akan dihalangi sebelum sampai kepadaku.  Kemudian aku pasti akan berkata, ‘Ya Rabb, (mereka) itu dari golonganku, dari umatku! ‘maka Dia berfirman, “Sesungguhnya engkau tidak mengetahui apa yang mereka lakukan sesudahmu, mereka mundur berpaling.” (HR. Al-Bukhari VIII/151-152, Muslim IV/1794).

Di dalam hadits-hadits yang telah disebutkan di awal, terdapat bukti tentang penetapan haudh Rasul sallallahu alaihi wasallam dan sebagian ciri-cirinya, dan bahwasanya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam mendatanginya terlebih dahulu sebelum umatnya, dan sesungguhnya yang melakukan bid’ah serta menyalahi perintah-perintah Rasul sallallahu ‘alaihi wasallam akan terhalang baginya untuk meminum di telaga Rasulullah sallallahi ‘alaihi wasallam.

Di antara sifat haudh yang ada di dalam hadits-hadits adalah ia sangat luas dan lebar, luas dan panjangnya sama, setiap sisi dari sisi-sisinya adalah sejauh perjalanan satu bulan, artinya berasal dari telaga Al-Kautsar, di tengahnya terdapat dua pancuran dari surga, yang airnya lebih putih dari pada susu, lebih dingin dari pada es, lebih manis dari pada madu dan lebih wangi dari pada minyak kesturi, dan cangkir-cangkirnya sebanyak jumlah bintang-bintang di langit, siapa yang meminum darinya tidak akan haus selamanya.

Sesungguhnya beriman kepada haudh dan sifat-sifatnya adalah wajib atas setiap muslim, karena hal tersebut disampaikan secara benar dari Rasulullah sallallahu ;alaihi wasallam, tanpa ada keraguan sedikitpun, yang dapat dipahami dari zhahir lafazhnya tanpa memerlukan takwil. Wallahu A’lam.

Sumber: Dihimpun dari beberapa sumber terkait

Advertisements