Beberapa Kejadian Pada Hari Kiamat (3)

Kejadian Ketiga : MIZAN 

Mizan adalah alat untuk mengukur.  Yang dimaksudkan di sini adalah mizan yang sesungguhnya (hakiki), yang mempunyai dua daun timbangan yang nyata dipasang untuk menimbang amal para hamba sesudah selesai dihisab, penetapan amal dan penyodorannya kepada anak Adam.

Di sini terlihat keadilan Allah dan tidak seorangpun yang dizhalimi sedikitpun. Dia mendatangkan amal-amal manusia sekalipun seberat biji sawi, untuk menunjukkan ukuran beratnya agar balasannya setimpal dengannya.

Bisa jadi timbangan amal itu banyak jumlahnya, tetapi mungkin juga hanya satu (wallahu a’lam), dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, yang jelas dalil-dalil tentang keberadaan mizan dan penimbangan amal sangat banyak, antara lain :

a. Firman Allah :

” Timbangan pada hari itu ialah kebenaran (keadilan), maka barang siapa berat timbangan kebaikannya maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. Dan barangsiapa yang ringan timbangan kebaikannya maka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, disebabkan mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami.” (QS. Al-A’raf: 8-9).

b. Firman Allah :

“Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari Kiamat, maka tiadalah akan dirugikan seseorang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawi pun pasti Kami mendatangkan (pahala) nya Dan cukuplah kami sebagai pembuat perhitungan.” (QS.Al-Anbiya: 47)

c. Firman Allah :

“Barangsiapa yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang-orang yang mendapat keberuntungan. Dan barangsiapa yang ringan timbangannya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam Neraka Jahnnam.” (QS.Al-Mu’minun:102-103).

d. Firman Allah :

“Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, maka tempat kembalinya adalah Neraka Hawiyah. Dan tahukah kamu apakah Neraka Hawiyah itu? (Yaitu) api yang sangat panas.”QS.Al-Qari’ah:6-11)

Dalam ayat-ayat di atas terdapat dalil-dalil yang menunjukkan bahwa mawazin (timbangan-timbangan) itu haq (benar), peimbangan amal itu benar, dan keselamatan atau kerugian yang didasarkan atas berat dan ringannya timbangan amal juga benar. Sesungguhnya amal-amal yang ditimbang adalah benda yang tak berwujud yang tidak dapat ditimbang di dunia, akan tetapi bisa ditimbang di akhirat. Sebab hukum yang berlaku di sana berbeda dengan hukum yang berlaku di dunia.Juga amal-amal yang ditimbang tadi berbeda-beda berat dan ringannya, tergantung niat dan keikhlasan yang menyertainya. Jadi yang dinilai dalam timbangan bukanlah dzat amalnya saja, tetapi juga unsur yang mengiringinya, karena banyak sekali orang-orang yang mebaca syahadat, tetapi kejahatannya mengalahkan amal shalehnya. Wallahu a’lam.

Sumber: Dihimpun dari beberapa referensi terkait.

Iklan