Beberapa Kejadian Pada Hari Kiamat (1)

Ada beberapa peristiwa dan dalil-dalil tentang keadaan yang terjadi pada hari kiamat sebelum masuk surga atau neraka, yaitu sebagai berikut :

Kejadian Pertama : ARDH DAN HISAB

Yang dimaksud dengan Ardh (penyodoran) dan Hisab (perhitungan) ini adalah bahwa Allah Subhanahu wata’ala memperlihatkan kepada manusia apa saja yang telah dilakukannya di dunia, dan dimaksudkan pula agar manusia mau dan pasti mau mengakui perbuatannya selama hidup di dunia. Seperti halnya Allah akan meng-qishash sebagian makhluk untuk sebagiannya dan memutuskan hukuman di antara mereka. Dan tentu yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. Ada banyak dalil-dalil di dalam Al Qur’an mengenai hal ini, di antaranya Allah berfirman :

فَلَنَسْأَلَنَّ الَّذِينَ أُرْسِلَ إِلَيْهِمْ وَلَنَسْأَلَنَّ الْمُرْسَلِينَ

“Maka sesungguhnya Kami akan menanyai umat-umat yang telah diutus rasul-rasul kepada mereka dan sesungguhnya Kami akan menanyai (pula) rasul-rasul (Kami).” (QS Al-A’raf:6)

وَيَوْمَ نُسَيِّرُ الْجِبَالَ وَتَرَى الْأَرْضَ بَارِزَةً وَحَشَرْنَاهُمْ فَلَمْ نُغَادِرْ مِنْهُمْ أَحَدًا

“Dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu) Kami perjalankan gunung-gunung dan kamu akan melihat bumi itu datar dan kami kumpulkan seluruh manusia, dan tidak Kami tinggalkan seorangpun dari mereka.” (QS Al-Kahfi:47)

الْيَوْمَ تُجْزَىٰ كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ ۚلَا ظُلْمَ الْيَوْمَ ۚإِنَّ الَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

“Pada hari ini tiap-tiap jiwa diberi balasan dengan apa yang diusahakanya. Tidak ada yang dirugikan pada hari ini. Sesungguhnya Allah amat cepat hisabnya.”( QS.Ghafir:17)

إِنَّ إِلَيْنَا إِيَابَهُمْ ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا حِسَابَهُمْ

“Sesungguhnya kepada Kamilah mereka kembali, kemudian sesungguhnya kewajiban Kamilah menghisab mereka.” (QS Al-Ghasyiyah:25-26).

Dalam hal ini Allah subhanahu wata’ala sendirilah yang mengurus hisab para makhlukNya, berdasarkan hadits Al Bukhari dan Muslim dari Ady Ibnu Hitam, dia berkata, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

Tidak seorangpun di antara kalian melainkan Allah akan mengajaknya bicara, tidak ada di antara Allah dan dia penerjemah. Maka dia melihat ke sebelah kanannya, ternyata dia tidak melihat kecuali apa yang telah dia persembahkan dari amalnya (yang baik), dan melihat sebelah kirinya maka iapun tidak melihat kecuali apa yang telah ia kerjakan, dan dia melihat di hadapannya maka dia tidak melihat kecuali neraka di hadapan wajahnya. Karena itu, takutlah neraka sekalipun dengan (bersedekah) separuh kurma.” (HR.Al Bukhari IX/181, Muslim II/703-04).

Kemudian didatangkanlah kitab-kitab yang telah dicatat oleh para malaikat yang mengawasi bani Adam agar setiap orang membaca isinya dan supaya masing-masing berdiri memperhatikan amalnya, sebagaimana diceritakan Allah subhanahu wata’ala dalam firmanNya:

وَوُضِعَ الْكِتَابُ فَتَرَى الْمُجْرِمِينَ مُشْفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَا وَيْلَتَنَا مَالِ هَٰذَا الْكِتَابِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلَا كَبِيرَةً إِلَّا أَحْصَاهَا ۚ وَوَجَدُوا مَا عَمِلُوا حَاضِرًا ۗ وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا

“Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang yang bersalah ketakutan terhadap apa yang tertulis di dalamnya, dan mereka berkata, ‘Aduhai celakalah kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya ; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhan tidak menganiaya seorang juapun.” (QS Al-Kahfi: 49).

وَكُلَّ إِنْسَانٍ أَلْزَمْنَاهُ طَائِرَهُ فِي عُنُقِهِ وَنُخْرِجُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كِتَابًا يَلْقَاهُ مَنْشُورًا اقْرَأْ كِتَابَكَ كَفَى بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيب4

Dan tiap-tiap manusia telah Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya. Dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab yang dijumpainya terbuka. ‘Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu’.  ” (QS Al-Isra: 13-14)

Setiap orang mengetahui keadaannya sebagaimana manusia mengetahui hal itu ketika pembagian kitab (catatan amal). Maka barangsiapa yang kitabnya diberikan dengan tangan kanan, maka dia termasuk orang yang beruntung dan hisabnya mudah serta dimudahkan. Dan barang siapa yang kitabnya diberikan dengan tangan kirinya dari belakang punggungnya maka hisabnya sulit dan barangsiapa dipersulit hisabnya maka ia binasa. Berdasarkan hadits Al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah ra bahwa ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

“Tidaklah ada orang yang dihisab kecuali binasa (celaka)”. Aisyah berkata, Ya Rasulallah-semoga Allah menjadikan aku sebagai tebusan.

*فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ*فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَسِيرًا

“Maka adapun orang yang diberikan kitabnya dengan tangan kanannya, maka dia akan dihisab dengan hisab yang mudah.” (QS, Al-Insyiqaq:7-8

“Beliau menjawab, ‘Itu adalah penyodoran amal, mereka diperlihatkan amalnya. Dan siapa yang dipersulit hisabnya maka ia binasa.” (HR.Al-Bukhari VI/208,lihat Muslim IV/2204-2205)

Di antara karunia Allah dan kasih sayang-Nya kepada orang-orang mukmin, Dia tidak mempersulit hisab atas amal-amal mereka melainkan hanya memperlihatkan amal kepada mereka serta meminta kepada mereka untuk mengakuinya. Termasuk di dalamnya sesuatu yang Allah sembunyikan atas mereka di dunia, begitu pula pada mauqif (mahsyar) ini tidak seorangpun yang mengetahuinya. Allah berkata kepada orang-orang mukmin, ‘Aku telah menutupi hal itu di dunia dan hari ini Aku mengampuninya’.”

*فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا *يَرَهُوَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

“Maka barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula.” (QS.Az-Zalzalah:7-8)

يَوْمَ يَبْعَثُهُمُ اللَّهُ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا عَمِلُوا ۚ أَحْصَاهُ اللَّهُ وَنَسُوهُ ۚ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ

“Pada hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu diberitakan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah mengumpulkan (mencatat) amal perbuatan itu, padahal mereka telah melupakannya. Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.” (QS.Al-Mujadilah:6)

Maka setiap orang akan melihat amalnya, tidak ada alasan untuk mengingkarinya, karena bumi akan bersaksi dan anggota badanpun akan berbicara. Allah berfirman:

اِذَا زُلۡزِلَتِ الۡاَرۡضُ زِلۡزَالَهَا ۙ‏ *وَاَخۡرَجَتِ الۡاَرۡضُ اَثۡقَالَهَا ۙ* وَقَالَ الۡاِنۡسَانُ مَا لَهَا ۚ*يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا

“Apabila bumi digoncangkan dengan goncangannya (yang dahsyat) dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya, dan manusia bertanya, ‘Mengapa bumi (jadi begini)?Pada hari ini bumi menceritakan beritanya.” (QS.Al-Zalzalah:1-4)

الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka, dan berkatalah kepada Kami tangan mereka  dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulul mereka usahakan.” (QS.Yasiin:65)

Jadi, yang dihisab adalah amal perbuatan kita sewaktu di dunia yang dicatat seluruhnya oleh para malaikat penatat amal dalam sebuah kitab. Tidak ada yang bisa disangkal sedikitpun oleh manusia catatan dalam kitab ini, melainkan hanyalah menerimanya dan mengakuinya dengan rasa senang atau sedih bergantung pada apa yang telah kita perbuat di dunia. Wallahu A’lam.

Sumber : Dihimpun dari beberapa referensi terkait

Iklan